CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Kamis, Januari 10

Akhirnya....

Bahagia. Bahagia. Bahagia. Bahagia. Sedang Bahagia.
Seneng sekali rasanya, semuanya sudah terlampaui dengan lancar.
Pelan-pelan sudah bisa menerima semua yang sedang terjadi di sekitar aku.
Lega sekali rasanya, sudah tidak ada yang mengganjal.
Sudah tidak perlu lagi melirikkan tatapan mataku yang tajam karena keingintahuanku tentang masalah-masalah di sekitarku.
Senang rasanya, bisa menyelesaikan masalah ini, walaupun tidak seutuhnya masalah ini telah selesai.
Senang rasanya aku sudah tidak membenci masalah ini lagi.
Senang rasanya, rasa ini sudah tidak terlalu ngoyo.
Setidaknya, sudah tidak ada lagi tekanan batin untukku.
Setidaknya kini aku bisa tersenyum setiap ingin pergi tidur.
Setidaknya beban pikiranku sudah sedikit menguap.
Kini, aku tidak menginginkan yang macam-macam dahulu.
Aku ingin menikmati masa-masa umurku saat ini dengan hal-hal yang berguna.
Dengan hal-hal yang tidak perlu menyakitkan hati.
Aku ingin menyibukkan diriku.
Ya, memang itu cara yang paling jitu untuk menghindari tekanan batin.
Yang pasti, aku senang aku bisa kembali mengulan cara penyelesaian masalah ini :)
Terimakasih Tuhan, Kau telah memberiku jalan keluar :)

ttd
yang pertama
yang ingin kosong dulu

Jumat, Januari 4

tak seindah yang terbayangkan

Kehidupan baru memang sudah dimulai, dikerumunan siswa-siswa itu mataku terpaku pada sosok yang bertubuh lebih tinggi dariku. Aku terdiam sejenak, tatapan ini baru. Sepertinya dia berbeda dengan yang di sana, tapi firasat ini juga timbul saat pertama kali kumelihat yang di sana. Aku tersenyum dalam hati.

Waktu terus berlalu. Hingga aku tahu, aku berada dalam forum yang sama dengannya. Namun, aku hanya bisa terus memandanginya, rasanya masih jauh. Semakin lama ada sesuatu yang kurasakan. Aku merasa ada kemiripan dengan dirinya dan yang disana. Yang sebelumnya kulihat sepertinya ia berbeda, ternyata sama saja. Ternyata yang seperti ini yang selalu kukagumi.

Namun suatu ketika aku bosan, bosan karena hanya begitu-begitu saja yang dapat kujalani. Ternyata, aku teralihkan pada sosok yang penuh jiwa pemimpin, aku sangat mengaguminya. Aku mengaguminya karena ia ah sulit untuk diutarakan. Dia bagaikan seorang kakak yang dikirimmkan Tuhan untukku, untuk menjadi contoh setiap langkah-langkahku.

Akhir-akhir ini, aku menemukan suatu hal yang tak biasa. Aku sungguh tak menyangka, dibalik kebahagiaan dimana Tuhan memberikan sosok orang yang dapat aku panuti, aku mendapatkan sebuah masalah yang sama ketika bersama yang di sana. Masalah yang terlalu rumit yang menyangkut teman baikmu juga. Aku bingung, apakah aku harus diam seperti yang pernah dulu kulakukan? Ataukah aku justru harus terus terang? Jika aku terus terang, aku takut. Aku takut akan melukai orang lain, aku takut semuanya akan merenggang. Sampai kuputuskan untuk diam, kembali diam. Terpendam lagi, dan rasanya sama: sangat menyiksa.

Disamping itu aku senang, tak ada kerenggangan diantara kami. Namun lagi-lagi aku kembali berkorban. Memang menyakitkan diri sendiri, namun ini sudah menjadi pilihanku. Dan aku yakin Tuhan juga telah mengatur semua ini, semua ini pasti yang terbaik. Karna aku berpikir, mungkin jika aku terus terang untuk saat ini, tidak hanya aku yang sakit tapi banyak orang. Mencoba meminimalisir orang-orang yang akan tersakiti, inilah pilihanku.

Dan bingungnya lagi aku, menyimpan semua ini tidak semudah ketika aku menyimpan semua tentang yang di sana. Padahal jelas semua lebih indah dengan yang disana, sikapnya padaku jauh lebih baik yang di sana. Tapi mengapa lebih susah menyimpan tentangnya dari pada tentang yang disana.

Hingga aku berada diujung ketidaksanggupan, aku mundur beberapa langkah mengingat teman baikku juga apalagi tentangnya. Aku mundur untuk mengurangi rasa sakit itu, hingga aku bertemu kembali dengan yang disana. Bahagia. Aku kembali teringat ketika aku bisa mengenalnya, bisa melewati hari hari bersamanya juga. Aku hanya tertawa dalam hati, namun semua itu sudah lalu. Sekarang ini aku hanya ingin mengobati luka yanf menyakitkan itu. Aku tak menyangka jika yang disana bisa mengobatinya. Namun aku teringat, dia sedang tidak bisa kuganggu, aku tak ingin mengusik teman baikku yang lain juga.

Kini aku berada dalam situasi yang sangat rumit, rumit sekali. Disaaat aku menatap yang baru, aku pikir akan lebih indah daripada ketika dulu dulu sekali bersama yang di sana, namun ternyata semua itu tak seindah yang telah kubayangkan. Yang kali ini bahkan lebih rumit hingga aku mundur dan ingin kembali ke  yang lama. Namun itu juga tidak mungkin.

Aku tersadar, aku hanya bisa menunggu. Menunggu Tuhan memberikan sosok yang baru untukku, baru dalam artian dapat memberikan kehidupan baru untukku. Dan aku harap, Tuhan akan memberikan yang terbaik untukku. Aku yakin itu. Jika memang aku tak bisa mendapatkan kebahagian dengan salah satunya, aku yakin sosok baru yang akan Tuhan berikan padaku dapat memberikan kebahagian padaku. Aku yakin, Tuhan sedang mempersiapkan sosok itu sekarang, namun tidak sekarang Tuhan memperkenalkannya padaku.

Dan satu yang terpenting, sebenarnya aku bingung dengan apa yang aku tulis diatas. Karena semua ini tak bisa di ceritakan secara tertulis. Semua ini terlalu rumit untuk di ceritakan, semua ini terlalu sulit untuk kalian mengerti. Karena yang dapat mengerti semua ini adalah Tuhan, dan hati aku sendiri.

Sekian tulisan semrawut yang mungkin akan membingungkan kalian, namun sekali lagi satu. Untuk kalian para secret admirer, mungkin kalian bisa mengerti apa yang aku tulis barusan, baca dengan hati kalian, bukan dengan mata.

Udah cukup sekian, ga kelar-kelar , daritadi sekian sekian muluk.

ttd
yang pertama

Kamis, Januari 3

ambyar

Sebelumnya aku mau ngucapin selamat tahun baru buat kalian semua, semoga di tahun 2013 ini kita semua bisa menjadi yang lebih baik dari tahun-tahun yang sebelumnya, amin.

Judulnya udah antimeanstream tuh "ambyar" iya emang ambyar banget. Di malam pergantian tahun dimana banyak orang pada nyambut tahun baru, dimana kebanyakan orang-orang pada jalan bareng keluarganya di malam pergantian tahun, dimana yang berstatus tidak jomblo sedang jalan bareng dimalam pergantian tahun, dimana yang LDR lagi telpon-telponan saling kasih motivasi mungkin biar langgeng biar nggak nikung, dimana yang pada lagi PDKT lagi jalan bareng cari momen yg pas mau nembak dimalam pergantian tahun di saat kembang api menghiasi langit mungkin, dan dimana yang jomblo-jomblo pada nonton tv mungkin ya karena nggak ada kerjaan atau mungkin jalan bareng temen SMA-nya atau SMP-nya atau SD-nya atau bahkan mungkin temen TK? bisa jadi. 

Sementara gue, gue ketiduran di kamar tepatnya di lantai di sebelah stop kontak yang disitu tertancap baterai kamera yang sedang dicas. Gimana perasaan lo, kalo di perumahan lo ngadain acara kumpul-kumpul bareng sambil menanti malam pergantian tahun dan lo di amanatin sama ibu RW buat ngedokumentasiin moment itu? Giimana perasaan lo ketika lo nggak bisa kumpul bareng temen-temen tetangga sekaligus nggak bisa menuhin amanat dari bu RW? Dan gimana perasaan lo ketika 2 temen lo (cewek) udah rela ngampirin lo nyampe gedor-gedor pintu nunggu lo di teras depan di malam yang gerimis-gerimis cocok buat nggalau #salah tapi lo tetep ga bangun bangun? Berasa jadi orang bejat beneran gue hari itu.

Dan parahnya lagi di akhir tahun 2012 itu juga lo rencananya bakalan bikin sebuah postingan spesial buat segerombolan manusia unik yang pernah gue kenal dan berhubung gue ketiduran jadi itu semua juga gagal? padahal lo udah nyiapin foto-foto pendukung buat memeriahkan postingan itu jauh-jauh hari sebelumnya? Dan lo kebangun gara-gara kebrisikan suara kembang api jedar jedor di langit atas rumah gue? you know what? gue bangun udah kelewat jam 12 dan acara kumpul-kumpul bareng tetangga juga udah bubar berhubung malem itu hujan.

Dan semenjak malem itu gue mutung dan gue juga ga tau alesan gue mutung kenapa. Kan kudunya yang mutung itu kedua temen gue sama bu RW -,- dan sampe sekarang pun postingan spesial itu kayaknya udah nggak jadi spesial, jadi males buat ngepostingnya. Ntar deh kalo kepingin diposting mungkin juga langsung gue posting.

Dan kemudian pagi harinya di tahun 2013 yang pertama, gue ngecek hp barangkali ada sms (dalam mimpi iye kalik) tapi kalian tahu lah gimana sih jomblo itu, udah ngerti kan jawabannya? Yo'i mameeen bener banget, ga ada sms dari someone spesial walaupun hanya mengucap "selamat tahun baru" adanya cuma sms dari temen, beneran deh ga lebih, dari cewek juga. Makasih ya kalian yg udah sms aku malam itu. Sebenernya malah beberapa hari dari hari terakhir di th 2012 udah ada sms sih, ya semacem sms permintaan apa yg dipinginin dari si peng-sms buat gue. Iyasih, gapenting kalo menurutku. Udah keburu betek sama orangnya, gimana nggak betek kalo setahun lebih lo digantungin gitu sama orang. Orang yang sukanya munculnya tiba-tiba, sering malah disaat yang ga tepat. Udah move gitu ya lagian, yaudah sih ya walaupun emang temen akrab yang ngeselinnya ga kira-kira, tapi entah kenapa gue pernah jatuh ke dia. Males juga kadang bales sms-nya, habis kalo di sms balik juga balesnya lama, ngejak gelut meneh nek sms. Kudu sabar.

Oke lanjut. Dan rencana selanjutnya hari itu mau ke purworejo, ada sodara mau akikahan. Habis mandi, gue nyariin hp gue lagi yg sebelum mandi gue taruh noh di tempat tadi gue tidur, dilantai -,- Namun hp-nya udah ga ada, entah kemana. Males juga nyariin hp pada saat itu, lagi bm juga paling juga ga ada yg sms #nasib jomblo# akhirnya berangkat deh ke purworejo, dan kemudian malemnya pulang. 

Hari berikutnya lagi, gue beru mulai resah gara-gara gue ga bisa komunikasi sama siapapun. Gue bingung, takut ga tau kabar apapun dari luar. Di cari-cari deh tu hp pake ngerahin pasukan gue pula, namun tetap tidak ketemu juga. Hingga sekarang, saat gue nulis postingan ini hp gue belum ketemu. 3 hari ini berasa anak goa banget. Dan ternyata besok itu ada latian, untung gue cerdas ya, jadi gue cari info lewat twitter yg sebelumnya semua orang yg gue mention ga bales-bales mention gue, gue tambah frustasi. Dan ternyata bener kan feeling gue kalo mau ada latian. Coba kalo gue ga cari info, mungkin latian besok gue ga ikut -,-

O iya ditambah lagi di tahun baru ini, nggak lama lagi gue bakal kehilangan laptop kesayangan gue. Dia udah sekarat sekarang, kalo dinyalain langsung ke restart sendiri, layarnya muncul biru-biru gitu tanda sekarat. Kalo mau make laptopnya kudu sabar setengah jam nunggu proses restart yg terulang-ulang terus, kemudian setiap buka explorer baru buka folder apa gitu langsung ke restart lagi, lagi ngetik bentar gitu kerestart lagi. Gimana nggak bikin kesel kalo gitu? gue mutung pangkat 5 sama laptop gue yang udah sekarat itu. Bayangin aja ditengah-tengah lo lagi serius ngerjain sesuatu, tiba-tiba kerestart gitu, kagol maksimal gak sih -__-

Jadi intinya awal tahun baru ini HP nggak ada LAPTOP nggak ada, PACAR pun nggak ada #yang terakhir ini salah# dan mau STALKING orang pun juga jadi susah, sporot gajah emang -,-

Ttd
yang pertama

Sabtu, Desember 29

rumit

Semuanya rumit, rumit banget. Sampe bingung diomonginnya harus gimana. Rumitnya itu mau di jelasin nyampe monyet bertelur pun nggak bakalan selesai. Rumit serumit rumitnya orang jomblo, terutama gue yang masih jomblo asli, yang masih bener-bener single ( ada orang bilang single sama jomblo itu beda, biar adil semuanya gue sebut ) belum pernah ngerasain hidup ini serumit ini, kehidupan remaja tentunya.

Rumit banget, banyak banget tuntutan dari sana sini, dari tuntutan guru buat segera ngumpulin tugas-tugas, tuntutan orang tua buat sekolah yang bener nilainya bagus -_- tuntutan orang tua juga buat jadi contoh adik-adiknya, tuntutan sekolah yang mengharuskan ini itu, tuntutan hati buat lebih sabar ngehadepin adik-adik,  tuntutan hati buat memperbaiki barisan -_- dan tuntutan hati untuk memegang kuat rasa itu.

Rumit banget, tuntutan itu nggak bisa sekaligus selesai dalam sekejab. Butuh proses, terutama yang terakhir disebutin. Alhamdulillah sih, udah liburan semester. Bisa sedikit bernafas dengan tenang sejenak. Tentang liburan semester, kalian tanya rapot? mendingan simpen deh pertanyaan lo tentang itu, buat remaja seusia kita ini yang katanya masih "labil" lo tau sendiri kayak apa rapot gue.

Sekarang, yang lagi pingin gue bener-bener lakuin, gue pengen sekolah yang bener, lebih SABAR ngehadepin adik-adik meskipun BERAT banget, benerin barisan, dan ikutin kemauan hati. 

Yang terakhir nih yang pingin dibahas. Yap, entah gue yang terlalu norak, terlalu desa, terlalu acuh atau gimana, baru sekarang ini ngerasa yang hati itu kayak ombak, ngalir ke arah laut, terus dihempasin angin ke pantai, dan byur mengacak adulkan sekitarnya. Iya, baru kerasa yang kayak gitu itu sekarang. Duh, telat banget gak sih? di antara teman-teman seperjuangan gue, yang pada udah punya mantan #eh pada udah punya pacar (maaf bagi yg jomblo) yang udah sering ngerasain yang lagi gue rasain sekarang, sementara gue? baru masuk dunia ini tu sekarang, iya baru ngerasain hati yang kayak ombak itu ya baru sekarang ini. Ya tapi ga muna juga sih, dulu juga udah pernah suka-sukaan gitu. sama orangnya din? enggak -,- suka ngeliatin orangnya doang *kemudian bom atom pun datang* ya pokoknya adalah rasa.

Tapi itu nggak kayak yang sekarang. Yang sekarang lebih rumit. Halang rintang untuk mengikuti rasa itu semakin susah. Sebenernya dulu sempat dapetin halang rintang yang sama, tapi yang ini lebih rumit, lebih susah buat di hadepin *alay sedikit boleh ya* Dan nggak tau kenapa, masalah tentang hati selalu sama aja sejak dulu -,- sukanya sama yang setipe, yang gitu gitu aja, dan herannya masalah yang didapetin juga sama terus, ya gitu gitu aja masalahnya. Bukan masalah bosen ngehadepin masalah itu, tapi kok le rekoso temen to ya nek arep seneng karo uwong.

Hanya menjadi secret admirer, dulu sih udah lebih dari cukup. Sekarang, juga masih cukup.  
terus kamu cuma pingin jadi secret admirer doang din?  
Lah mau gimana?
Pacaran?
Pacaran? ngakak dulu deh gue. Masuk dunia ini aja baru aja, udah mau main-main. Nggak dulu deh, ntaran aja.
Kenapa?
Ya nggak apa. Belum pingin aja gitu. Lebih seneng deket sama orang aja, akrab gitu. Emang artinya pacaran itu apa?
Pacaran itu, ya gitu din.
Loh gimana sih. Kalo menurutku ya, kamu punya pacar sama aku punya temen akrab gitu. Sama kan? pacaran juga cuma akrab akraban gitu doang kan? say halo di sms, tanya lagi apa. Penting sih mungkin bagi orang-orang yang menjalin. Tapi kalo aku? Nggak tau deh, ditanyain lagi apa sama temen akrab, sohib sendiri aja sering ngernyit sendiri. Lebih bermutu kalo " lagi apa? main yo " jadi, ga sekedar tanya lagi apa doang, sering nggak tak bales malahan kalo pada tanya gituan. Terlalu basa basi, ngabis-ngabisin pulsa, buang-buang waktu dan bertele-tele.
Tapi kalo yang sms someone special beda loh din, mungkin belum ngerasain aja kamunya ._.
Sedikit nyindir nih. Oke, eem udah pernah kok kayak gitu -,- rasanya? ya mungkin tergantung waktunya juga kalik, kalo lagi bete lagi nganggur gitu di sms gitu ya seneng sih, dalam artian jadi ada kerjaan. Ada temen ngobrol, nggak cuma someone special, temen juga kalo lagi sempet juga enjoy aja sih. Tapi ya for what gitu tanya gituan. Mending langsung ke topik yg mau dibicarain gitu? kan langsung enak.
Kayaknya ceritanya malah melenceng nih.Yaudah sih, inti dari yang pingin aku tulis sekarang itu cuma lagi bingung. Antara gak enakan sama orang lain, sementara rasa itu udah lamaan ada di aku. Dan antara dia temen gue gitu, mending ngakrabin temen nggak sih daripada nurutin rasa itu. Tapi susah juga, dia selalu terlihat dengan lagaknya bahwa dia membanggakan yang sedang dirasakannya. But its okey, itu haknya :) aku nggak bisa ngelarang. Dan kini hati itu talah berubah jadi ombak, setelah terhempas aku berpikiran bahwa ingin kembali menjadi yang lama, seperti ombak kembali ke lautnya.

Udah sih, sekian aja. Pikiran udah ngalor ngidul.

Ttd
yang pertama
Diberdayakan oleh Blogger.